Komunikasi Suami–Istri sebagai Praktik Sosial dalam Ketahanan Keluarga: Perspektif Hukum Keluarga Islam dan Sosiologi Keluarga dalam Novel Percuma Diobrolin
Keywords:
Komunikasi Keluarga, Sosiologi Keluarga, Hukum Keluarga IslamAbstract
Tulisan ini menganalisis novel Percuma Diobrolin dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra serta perspektif Hukum Keluarga Islam. Novel ini merepresentasikan dinamika rumah tangga pasangan muda yang menghadapi realitas ekonomi, komunikasi yang rapuh, konflik peran, serta proses kesadaran dalam mempertahankan keutuhan keluarga. Analisis dilakukan dengan menautkan peristiwa, dialog, dan konflik dalam novel pada konsep-konsep sosiologis seperti relasi gender, konflik keluarga, dan ketahanan keluarga. Selain itu, kajian ini juga mengaitkan narasi novel dengan prinsip-prinsip Hukum Keluarga Islam, antara lain hak dan kewajiban suami–istri, musyawarah, nafkah, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan rumah tangga. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik yang dialami tokoh tidak semata-mata bersifat personal, melainkan mencerminkan pengaruh struktur sosial, tekanan ekonomi, serta pemahaman keagamaan yang belum matang. Novel ini menegaskan bahwa keutuhan keluarga sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi, kesadaran peran, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam relasi suami–istri.

