Tradisi, Otoritas dan Resistensi: Studi Kritis Perkawinan Perempuan Sayyed di Desa Cikoang Kabupaten Takalar

Tradisi, Otoritas dan Resistensi: Studi Kritis Perkawinan Perempuan Sayyed di Desa Cikoang Kabupaten Takalar

Authors

  • wawan harun06 universitas islam negeri alauddin makassar
  • Syamzan Syukur Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Syamhari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Perkawinan Sayyed, Perempuan Sayyed, Tradisi Adat, Otoritas Agama, Resistensi Sosial

Abstract

Tradisi perkawinan Sayyed di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar, merupakan praktik sosial-keagamaan yang berorientasi pada penjagaan nasab dan kehormatan keturunan. Dalam praktiknya, sistem ini menempatkan perempuan Sayyed pada posisi yang terbatas dalam menentukan pasangan hidup, khususnya melalui penerapan prinsip kafa’ah yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara tradisi, otoritas adat dan agama, serta bentuk resistensi perempuan Sayyed terhadap sistem perkawinan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui analisis literatur, dokumen, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas adat dan tokoh agama memainkan peran dominan dalam mempertahankan sistem perkawinan endogami Sayyed, sementara perempuan Sayyed berada dalam posisi subordinatif. Namun demikian, muncul bentuk-bentuk resistensi simbolik dan praksis, terutama dari generasi muda, yang menandai adanya pergeseran nilai dalam memaknai perkawinan. Studi ini berkontribusi dalam memperkaya kajian hukum keluarga Islam dengan menyoroti ketegangan antara norma tradisional, hak perempuan, dan dinamika sosial kontemporer.

Published

2026-01-20

How to Cite

harun06, wawan, Syamzan Syukur, & Syamhari. (2026). Tradisi, Otoritas dan Resistensi: Studi Kritis Perkawinan Perempuan Sayyed di Desa Cikoang Kabupaten Takalar : Tradisi, Otoritas dan Resistensi: Studi Kritis Perkawinan Perempuan Sayyed di Desa Cikoang Kabupaten Takalar . As-Sakinah: Jurnal Hukum Keluarga, 1(1), 28–35. Retrieved from https://journal.yapnasjp.ac.id/index.php/as-sakinah/article/view/105

Issue

Section

Articles