STRATEGI PENGELOLA PASAR TRADISIONAL ALLU BANGKALA JENEPONTO MENGHADAPI KEBERADAAN SUPER MARKET
DOI:
https://doi.org/10.67447/asjhk.v1i2.156Kata Kunci:
Pasar Tradisional, Supermarket, Strategi Pengelolaan Pasar, Etika Bisnis Islam, Daya SaingAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Pasar Tradisional Allu Bangkala setelah hadirnya supermarket, mengidentifikasi strategi yang diterapkan oleh pengelola pasar dalam menghadapi persaingan dengan pasar modern, serta menganalisis strategi tersebut berdasarkan perspektif etika bisnis Islam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada 57 pedagang yang dipilih menggunakan teknik random sampling dari total populasi sebanyak 570 pedagang. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan supermarket memberikan dampak terhadap perkembangan Pasar Tradisional Allu Bangkala yang ditandai dengan menurunnya jumlah pengunjung, berkurangnya omzet penjualan, dan meningkatnya persaingan usaha. Untuk mempertahankan daya saing, pengelola pasar menerapkan berbagai strategi, antara lain meningkatkan kebersihan lingkungan pasar, mengatur jam operasional, memperbaiki pelayanan, serta melakukan pembinaan kepada pedagang. Di sisi lain, pedagang mempertahankan pelanggan melalui pelayanan yang ramah, menjaga kualitas barang, memberikan potongan harga kepada pelanggan tetap, dan membangun hubungan yang baik dengan konsumen. Berdasarkan perspektif etika bisnis Islam, strategi yang diterapkan pada umumnya telah mencerminkan nilai-nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kemaslahatan. Namun demikian, masih ditemukan beberapa praktik perdagangan yang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam sehingga diperlukan pembinaan dan pengawasan yang lebih optimal dari pengelola pasar.

